Wednesday, February 22, 2012

Edisi Laporan Pertanggung Jawaban Salah Gaul

tulisan ini ane buat di LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) BEM Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknik pada tahun 2011. yah sedikit bukti ane juga bisa buat beginian hahahaha. btw yang dibawah ini cuma bagian pembukaan dan penutupan jadi ga lengkap :p kalo yang lengkap dijamin bosan soalnya banyak hal2 yang di sensor *loh?*

bagi yang belom tau, jadi setahun yang lalu ane menjadi Kepala Departemen Hubungan Masyarakat (Kadept Humas) BEM KMFT UGM gtu nah ini dikutip dari LPJ yang ane bikin.

enjoy :p



Ini foto sama kayak pertama cuma beda posisi :))))


Pendahuluan

Sebenernya bingung nih mau mulai dari mana, maunya sih aku bisa menuliskan “Pendahuluan” dengan benar tapi kenyataannya memang susah brrrr. Mungkin aku bisa sedikit bercerita bagaimana seorang bentar bisa menjadi kepala departemen humas yang luar biasa ini? Sepak terjangnya kurang lebih seperti ini.

Jadi waktu itu pertama kali di wawancara masuk bem sama yang waktu itu masi jadi cakadep yaitu si mbak putri (gorilla). Oke layaknya wawancara biasa ditanya ini itu, kontribusi, kelebihan, kekurangan, komitmen, waktu, motivasi, dan banyak. Tapi ada satu hal yang aku dapat dari wawancara singkat nan menakutkan ini (jujur aura brutal dari mbak putrid udah kerasa pas wawancara brrr). Mau tau apa? Bayarin mi ayam sendowo dulu, baruuu dikasitauuu.

“Apa apa yang kamu pengen ato apapun motivasimu buat masuk departemen ini harus kamu ubah. Bukan lagi kamu pengen dapet banyak teman, bukan lagi kamu pengen dapet link dan koneksi banyak, bukan lagi kamu pengen dapet banyak pacar dan istri (?), dan segala kepengenanmu ntar selama di departemen humas. Yang ada motivasi hanyalah apa saja yang bisa kamu berikan buat teknik ini khususnya, dan Indonesia umumnya, apa saja yang bisa kamu kontribusikan, apa saja yang bisa kamu sumbangkan, apa saja yang bisa kamu korbankan, dan apa apa lainnya. Ingat itu! ubah pandanganmu terhadap keorganisasian!” *dengan beberapa editan sotosop*

Kurang lebih seperti itu yang aku dapetin di wawancara singkat. Luar biasa bukan? Iya aku juga kaget si cakadep bisa juga ngomong bener gtu HAHAHAHA. Dan voila! Aku pun diterima dengan gagah di departemen humas.

Ga lama setelah aku masuk menjadi staff humas, pergantian kadep pun berjalan dari mas nalar (TE’07) menjadi wanita gorilla si mbak putrid (PWK’08). Dulu aku ga seakrab itu sama si kadep sebelum ku ini, tapi seiring dengan berjalannya waktu selama aku menjadi staff di humas ini kami pun 2009 menjadi akrab satu sama lain, menjadi asik? Bener banget itu yang kurasakan loh selama menjadi staff di humas dibawah kepemimpnan mba putri. Dari menjadi staff konsumsi di training kehumasan, koor acara di ECW, ketua di Kunjungan Industri, staff acara di sosbes, dan perwakilan di FEMAT di jogja dan solo. Itulah sepak terjang ane selama menjadi staff. Sedikit pamer nih guweh pernah dapet award kaderisasi terbaik 2009 loooh mengalahkan si Fanny (TI’09) HAHAHA kaget kan? Aku juga loh kaget juga sampe gatel gatel 3 malam.

Kalian tau kan gimana aku yang sekarang? Ganteng, tampan, ceria, jarang galau, banyak yang suka, tinggi, putih bersih, dan berotot jangan lupa. Nah padahal pertama kali aku masuk humas ni aku merasa asing loh. Yang kukenal pun cuma sedikit bahkan beberpaa orang aja. Cuma si Firman (TI’09) yang kukenal baik soalnya dia sekelompok aku pas skolah kaderisasi. Sempet ngerasa gitu ya semua orang di humas pada ketawa soalnya ada yang lucu, tapi aku ga ngerasa lucu. Kenapa? Mungkin memang orang ganteng selera humornya sedikit beda dan tinggi HAHAHAHAHA. Sempet berpikir buat keluar dari humas, tapi dengan pengaruh dari mba putri si gorilla botak lepas yang memang kejam dan disiplin (contoh aja kalo sms harus confirm kalo ga dihukum blabla) namun justru itu terlihat pesona aura seorang pemimpin. Padahal beliau tuh wanita loh! Salut deh! Dan orang itu salah satu alasan kenapa aku bs menjadi sosok keren nan ganteng macho seperti sekarang ini. Jadi aku mengerti perasaan orang orang yang keluar dari bem dikarenakan ga ngerasa klop dan nyaman di departemen, nilai ini bisa diambil loh hahaha.

Dan ketika di akhir kepengurusan si mbak putri, beliau sekarang mencari siapa yang bakal dijadikan kadep selanjutnya. Entah kenapa aku yang dipilih, alasannya sih si Rhandy (TE’09) menolak soalnya fokus ke study, jadi sisa si Bentar Cucu Samibuti??? Benar sekali sodara sodara sisa aku, ga ada pilihan lain buat jadi kadep. Akhirnya pria ganteng tersebut diamanahkan menjadi kadep slanjutnya.

Seperti kalian ketahui sebelumnya, sebenernya selain di bem kmren waktu jadi staff humas, aku merangkap di beberapa organisasi seperi DPF KM UGM (apa itu? rahasia dong :p) lalu di KMTF jadi konsentrasi tentang humas di bem sedikit kurang. Dan bisa dibilang pas aku jadi kadep pertama kalinya ini aku buta sekali terhadap humas. Makanya bingung banget kenapa mba putri gorilla itu bsa milih aku buat jadi kadep? Aku aja buat surat peminjaman ruang harus nyuci sempak dulu (?) jadi aku sih pengennya sebagai penerus ane kita harus multi talented dan mandiri!


Ini foto pas pergantian dari mbak putrid ke aku hehehe, masi 2009 dan 2010

Banyak hal yang udah dilewati selama kurang lebih setahun perjalana kepngurusan ku di humas bem kmft ini, banyak yang senang, banyak yang sedih, banyak yang bĂȘte, banyak yang sibuk, kadep yang ganteng, banyak yang jomblo, banyak yang single, banyak yang maho, banyak yang cowo masuk humas dibanding cewe, banyak yang ngakak, banyak yang asik, banyak yang kejutan, banyak yang komitmen, banyak yang kecewa, banyak yang keluar, banyak yang sependapat, banyak yang kompak, dan masi banyak banyak yang ga bsa mewakili arti “banyak” yang udah didapat di departemen ini.

Awalnya dikarenakan aku belom mengenal orang orang baru yang didepartmen ini, aku sdikit kurang percaya dengan sdm yang ada di humas. Tapi ternyata aku salah besar!! Mereka punya potensi besar untuk menjadi besar dari department ini. Mereka memang masi malu malu awalnya tapi seiring dengan berjalan waktu dan kebersamaan, potensi mereka masing masing muncul secara pasti. Melewati jadwal yang padat di humas, melewati jam terbang di KM/HM masing masing, melewati dekapan tugas dan macem macem, dan lain lainnya.

Jadi sedikit curcol aja ya, sebenernya aku menyusun proker ini semuanya dari aku. Jujus di akhir seperti ini aku sedikit menyesal dengan proker yang kususun dulu. Masi banyak kekurangan dalam penyusunan proker, dari jenis kegiatan, kegiatan yang monoton dari tahun lalu, jadwal kegiatannya nabrak sana sini, kebanyakan kegiatan, dan aku menyadari semua itu ketika di akhir ini. Aku melakukan hal yang fatal dalam penyusunan proker. Kenapa bisa kayak gtu? Soalnya dulu karena aku masi buntat dengan yang namanya department humas, jadi aku masi menggunakan pedoman dari tahun lalu kemudian dengan sedikit inovasi dan perubahan yang sesuai dengan visi ku yang kubawa. 

tapi sekali lagi cara seperti ini menurutku sih salah, ini akan mengurangi daya kreasi kita dalam menyusun suatu rencana kegiatan. Dan juga aku salahnya aku mengerjakan susunan proker ini SENDIRIAN. Kenapa salah? Soalnya ide hebat awalnya emang dari seseorang, tapi yang mempercantik dan memperkokoh ide itu adalah orang sekitar yang mendengarkan. So aku menekankan teamwork tiada batas dalam departemen humas. Sedikit pendahuluan ini mungkin akan lebih bermakna dan berbobot kalo aku nulisnya sedikit lebih serius. But hasil adalah hasil, tiada penyesalan, tapi itulah buah dari perjalananmu. Didalam kisah ini jelas ada hasil yang baik yang patut untuk dipertahankan dan ditingkatkan, dan juga ada hasil yang jelek yang harus diperbaiki lagi menjadi evaluasi kedepannya.

Penutup

Untuk penutupan dari LPJ ini mungkin aku pengen curhat deh dan menceritakan semuanya, di pendahuluan aku udah cerita gimana awalnya kok bisa sih aku yang jadi kadep? Tapi itu masih menjadi misteri sampai saat ini. Mungkin mba putri ga tahan akan kegantengan ku jadi akhirnya aku dipilih menjadi kadep HAHAHA

Untuk cerita mengenai departemen sendiri hmm gimnaa sejauh ini sih anak anak departemen telah berkembang kearah yang ga benar sodara sodara, padahal aku udah bilang kalo jalur MAHO itu itu jalur yang salah dan berdosa. Tapiiii masih aja para lelaki di humas ini lebih melih jalan maho dibanding jalan normal yang udah kubawa ini. Apalagi cewenya semuanya juga jadi maho, semuanya pada suka sama cowo dasar anak anak humas ini minta di kutuk jadi batu semua nih. Padhaal contoh teladan nan rupawan ini sudah mengeluarkan aura kerennya selama menjabat jadi kadep tapi tetep aja mereka lebih memilih menjadi batu daripada menjadi ganteng bersamaku.

Sedikit flashback yah aku pertama kali dekat dengan mereka pas belom menjadi kadep, jadi waktu itu lagi perpisahan bem nya mas iqbal yaitu pas glory HAHAHA seperti kalian tau kami mempersembahkan apa pas ketika itu. dan gara gara itu kami merasa dekat satu sama lain, kenapa? Karena kami adalah boyband *ting ting ting* yaudah deh abis itu ane jadi kadep.

Untuk pertama tama aku masih belom bisa melihat potensi yang ada di mereka, jujur aku masi nyoba nyoba dalam mimilih penanggung jawab acara di humas. tapi aku tahu mereka pasti bisa karena aku percaya dengan mereka, aku yakin mereka ga akan bisa berkembang kalau aku ga percaya sama mereka semua tanpa terkecuali. Aku punya misi membuat setiap pribadi di humas tereksplorasi bakat minat dan potensinya untuk bisa menjadi pemimpin di masa depan. Dan Alhamdulillah sekarang mereka sudah memperlihatkan “kejantanan” mereka (yah walaupun dengan status maho) tapi aku cukup bangga dengan mereka.

Pas training kehumasan yang pertama kali mreka adaiin tanpa bantuan temen temen 2009 murni hanya anak anak 2010 mereka ngejalanin seadanya, aku maklum mereka masi belom panas di humas jadi acara berjalan ga maksimal. Masi ada miss komunikasi, ada cacat perlengkapan, acaranya cenderung membosankan, konsep acara berantakan dan masi banyak maslah yang lainnya. ga masalah ini jadi pengalaman pertama mereka, yang pertama emang ga maksimal tapi besok besok mereka telah membuktikannya.

Lalu kegagalan di training kehumasan mereka bayar di ECW, acara berjalan sukses dan untung besar, bayangkan aja untungnya smape 1 jutaan lebih WOW salut deh buat mereka, walaupun pertamanya ada maslah BESAR yang menghalang. Jadi panitia awalnya kerja sama dengan ECC buat nyari pembiacara dan sponsor utama. Tapi itu hanya harapan kosong, kita udah di buai dengan angan angan yang indah yang sma sekali omong kosong. Kita tiba tiba diputus hubungan kerja setelah kita telat konfirmasi padahal merka panitia lagi rapat buat bahas konfirmasi itu. sebelumnya itu panitia juga ngerasa acara ECW seperti di setir oleh ECC dan semakin lama perjanjian menjadi berat sebelah dan akhirnya di putus sungguh keterlaluan. Itu pertama kalinya aku melihat cacat dalam kerjasama, mending dari awal deh diputus ato ditolak dibanding diputus di H-2 minggu. Tapi dengan cekatan mereka keluar dari masalah. Aku salut banget sama ketua waktu itu si Umam luar biasa dia membawa temen temennya membuka potensi yang luar biasa di panitia.

Trus acara kedua yang aku eksplorasi yang sarat akan emosi adalah sosbes, jadi acara ini cacat banget dari segi panitia. Jadi kalo tanggapanku sih acara sih sukses banget tapi cacat dipanitianya, kenapa? Ni dikarenakan oleh panitia yang jam terbangnya luar biasa sibuknya jadi acara terbengkalai kemana mana. Padahal ini acara besar dan ga main main. Jadi pas acara itu panitia pada kusut semua mukanya. Dan evaluasinya pun sarat akan emosi. Tapi gapapa ini menjadi pelajaran yang berharga buat mereka. Kalau tim yang ga solid bisa menghancurkan soul dari acara yang mau merka bikin.

Acara ini berujung di surat perjanjian dengan ketua bem, jadi karena mereka gagal di sosbes maka di acara terakhir training kehumasan mereka harus maksimal kalo ga maksimal mereka akan dijatuhi hukuman yaitu ga diizinkan mengadakan acara besar tahun depan. Perjanjian ada hitam di atas putih dan bermaterai. Tapi mereka membuktikanya dengan luar biasa di training kehumasan. Aku salut salut dan salut walaupun merka maho tapi merka tetep menjaga keprofessionalan merkea.

Yah itu secara garis besar sih acara acara yang kita lalui, dan menurutku merka semua solid, kebanyakn mereka masih bertahan di humas looh. Tapi mungkin dengan jam terbang masing masing di jurusan tugas blablabla membuat mereka jadi jarang rapat full anggota. Mereka loyal sekali aku bahagia banget punya staff sperti mereka, ketika rapat pun kita seperti melepas stress setelah tugas tugas dan acara jurusan. Mereka pun nyaman dengan keadaan ini.


Baru sebagian aja nih anak humasnya. ga full tim :p

Masalah yang sama muncul lagi di tahun ini walaupun udha berkurang jauh sih sekarang sekarnag ini. Ketika temen temen humas malas main main ke bem kalo ga ada kepentingan. Tapi sekrang sih udah lumayan mereka udha bergaul lagi dengan temen temen department lain. Menurutku ish merka udah menunjukan sisi kehumasan yang luar biasa.

Trus mengenai kunjungan ini sungguh sungguh membuat humas keteteran,dengan sdm secukupnya yang sudah dipotng sama kegiatan di jursan. Jadi menurutku perlu ad apertimbangan dalam mengadakan kunjungan, menerima kunjungan, dan menerima kerjsama gtu. Harus melihat sikon dan sdm masing masing gtu. Jadi gitu sih.

Nah selanjutnya nih evaluasi kadep, kalo menurutku sih aku ni performanya jauh banget sama mba putri gorilla itu eh. Aku ni banyak kekurangannya dalam menghadapi anak anak humas. Contoh aja aku ni orangnya ga tegas! Sama sekali ga tegas, jadi misalnya ada yang ga bener nih anak humas mesti aku nanggaipnnya dengan selow. Padahal dulu mba putri dengan karakter tegasnya bisa membuat bulu kuduk bediri, jadi kalo ada yang salah yah dimarahin. Selama ini aku ga pernah marah sih sama anak anak. Kesannya aku ni lembek kalo maslah disiplin.

*The End*

(*) : maaf kalo kepanjangan hahahahahha namanya juga LPJ :P

Thursday, December 8, 2011

Selingan

"kalau mau berkarya, cuma satu syarat supaya karyamu diterima dengan baik. apapun bentuk karya itu yang jelas dalam membuatnya kamu harus resah, galau, gelisah, atau apapun itu."

"gan kalo mau nulis ato ngeblog itu, harus galau dulu gan. kalo ga tulisanmu ntar ga mantep. jadi kalo ada orang galau tuh harusnya postingan blognya banyak gan hahaa."

dua kalimat di atas ini sangat membantuku kalo mood nulis lagi ilang, memang dalam membuahkan sebuah karya. apapun itu baik film, baik tulisan, baik tugas, baik coretan coretan, dll bisa menjadi lebih baik dengan keresahan hati itu.

kenapa harus resah?

jawaban itu yang harus kalian coba dan rasakan. bandingkan karyamu ketika dengan keresahan dan tanpa kersahan.

rasakan bedanya \m/

so, jangan berhenti berkarya!

Tuesday, November 8, 2011

The Chronicle of Kamar Mandi (Epidode 2)

sepertinya pada episode 1 sedikit rada vulgar ya? gapapalah sekali sekali vulgar. soalnya suatu kevulgaran dibutuhkan dalam bumbu dapur rumah tangga (?)

tulisan kali ini masi sama dengan tema tulisan sebelumnya mengenai kamar mandi, kalo kemaren tuh masalah yang sedikit rada nakal. kalo sekarang sedikit lebih seram daripada sebelumnya. kenapa bisa lebih seram daripada yang pertama? apakah dikarenakan akan terkuak siapa yang berdiri di samping bang bentar yang sangat ingin dilindungi itu? atau karena pintunya ga bisa dikunci (bahkan bisa dilepas)? itu memang seram sodara sodara. tapi kali ini ga akan kalah seram. ini dianya!!!

  • kejadian kedua
jadi...
waktu itu jelas masi pagi buta, dan aku seperti biasa langsung push up dan sit up 
( oke oke aku ngaku kalo itu semua bohong )
ketika itu pagi yang cukup singkat soalnya 15 mnit setelah bangun kuliah akan dimulai, memang kelakuan mahasiswa bejat masuk kuliah pagi pasti nelatnya 45 menit.

kamar mandi masi mengkilap, bersih, indah, nyaman buat (kecoa) aku mandi. ga ada perasaan aneh ketika mandi
seperti biasa..
gosok badan, gosok tangan, gosok kaki, gosok kepala, gosok muka (?)
jelas, ga ada perasaan aneh nan buruk ketika mandi itu. padahal akan terjadi suatu hal yang mencengangkan

penasaran kan apa?

yah setelah mandi ga ada kejadian yang aneh.
aku pun berlalu saja.
lalu pergi ke kampus.
kuliah belajar dengerin dosen
abis tuh pulang.
trus makan
trus tidur
trus belajar *really?*
trus tidur
trus bangun
trus mandi
...
...
yah garing ya? memang. haha

ga kok jadi pas aku setlah mandi, dan berdandan ganteng ala artis lawakan *eh* artis kawakan maksudnya
aku ngasi makan ikan di kolam ikan, dengan segala kebaikanku
aku jadi terlihat ganteng di pagi itu.

lalu... tiba tiba...
BLEDARRR *kurang lebih suaranya sperti itu*
mirip suara macan kejepit lemari, sontak kaget kan yaaa?
dan akupun dengan keren mencari dimana letaknya sumber bunyi.
berasal dari ilmu akustika yang ane dapat dari kuliah selama ini, kalo frekuensi bunyi di asumsikan sebagai f dan ketika e = mc2 mempengaruhi kolam *oke aku tau ga nyambung*

ngecek kamar baik baik aja, ngecek yang lain okeoke aja.
dan tau kalo ga ada  masalah yaudah aku pun naik motor dan ke kampus.
lalu? selesai deh ceritanya. makasih ya kawan kawan

...
ga kok jadi pas mau berangkat si temen manggil aku dari dalam asrama. dan langsung nunjuk ke arah kamar mandi. dan kamu tau kawan apa yang telah terjadi?

ada monyet nyasar? salah...
ada lemari jatoh di kamar mandi? oke makin salah
ada cewe lagi mandi? hmm pengennya sih gtu :hammer:

tapi yang lebih buruk kawan kawan yang terjadi
LANGIT LANGIT RUNTUH!!!!
okeoke ini bukan masalah yang kecil!!! langit langit runtuh hanya 30 menit setelah aku KELUAR KAMAR MANDI?????!!!!!
oh no..
kalo aja waktu itu aku boker lebih lama...
ato gosok ketek lebih lama setengah jam...
ntah aku berada dimana sekarang...

aku syok berat. soalnya emang yang runtuh tuh ga cuma triplek dan kawan kawannya yang tipis dan ringan
bukan cuma beberapa lembar tisu yang jatuh
tapi ini adalah langit langit yang tebelnya kira kira 20cm!!!!! dan jelas berat banget
udah dibuktikan pas aku ngangkut tuh puing puing beradab

jelas syok banget, emang aku orangnya tuh panikan banget.
wong cuma bisul di ketek aja, dikirain ada patah tulang di ketek (?)
dan kamar mandi berantakan banget, dan langit langit runtuh itu gara gara di makan rayap. jadi kayu ga kuat melawan energi gravitasi sehingga diapun lemah gemulai jatuh menimpa keramik kamar mandi.

aku pun setelah melihat kejadian itu, jadi renungan kalo misalnya ak telat 30 menit keluar dari kamar mandi apa yang akan terjadi aku pun ngeri membayangkannya
mulai nilai nilai religius dalam diri mencuat.
jelas Allah masi sayang sama aku, melindungi dari marabahaya seperti ini.
bisa di ambil hikmah, dalam membangun sebuah kamar mandi harus ada tempat sampahnya.
kenapa? supaya kalo runtuh lagi bsa ga berantakan *sumpah garing abis* *lempar bom*

yang jelas kejadiannya ini sempat membuatku keringat dingin bebrapa hari kedepan.
takut, trauma, padahal ga kena apa apa. cukup lebay? biar aja

terima kasih banget bagi yang udah baca tulisan tulisanku yang gajebo.
semoga kita semakin akrab kedepannya (?)
kisah ini masi berlanjut di episode 3 hahaha

salam metal \m/